Breaking News

Yogyakarta, Kota Istimewa!


Hello sobat gaul, ada yang bilang Yogyakarta merupakan kota istimewa. Mayoritas para traveler yang mampir ke Yogyakarta pasti rindu ingin datang kembali. Bukan hanya traveler asal Indonesia saja, mancanegara pun demikian. Apalagi ketika datang ke Yogya untuk kali pertama masih akan menikmati suasana khas dan takjub dengan Kota yang satu ini. Yupps Yogyakarta merupakan Ibukota sekaligus pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dan Yogyakarta menjadi tempat pendudukan Sultan Yogyakaera dan Adipati Pakualam. Nah dari sisi keratin kerajaan ini tentu menjadi ketertarikan tersediri untuk mengunjungi Kota dengan makanan khas Gudeg dan Bakpia ini. Lalu apa ya yang menjadikan Yogyakarta, kota istimewa?



Sejarah Kota Yogyakarta

Yogyakarta ini, diambil dari kata “Ayogya” yang berarti kedamaian dan “Karta” yang berarti baik. Sobat semua pada tau belum?dalam bahasa Jawa Kota Yogyakarta disebut sebagai Hanacaraka. Mendengar kata “Hanacaraka” tentu mengingatkan kita pada aksara jawa yang bunyi awalan demikian. Wah, pantesan ya kalo kita cermati setiap tulisan nama jalan Yogyakarta pasti pada plakat tersebut dibubuhi tulisan aksara jawa. Di tahun 1575 sampai 1640 silam salah satu Kecamatan di Yogyakarta, yaitu Kota Gede pernah menjadi pusat kerajaaan Mataram. Masih ingat buka, bila di zaman lampau Indonesia memiliki beberapa kerajaan besar yang sempat Berjaya pada masanya. So, Kotagede ini menjadi cikal bakal Kota Yogyakarta.

Nah pecahan Kerajaan Mataram ini adalah Keraton Ngayogyakarta dan Puro Pakualam yang sampai saat ini masih berfungsi. Jika menilik histori Kota Yogya ini berawal saat Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengkubuwono I) menyudahi pemberontakan yang Beliau pimpin. Kemudia didapatkanlah wilayah kekuasaan separuh Mataram dan diizinkan mendirikan Keraton ditempat yang sangat dikenal dan digandrungi masyarakat hingga saat ini. Saat terjadi perluasan kota, nam-nama perkampungan di luar tembok keratin diberi nama sesuai dengan kesatuan pasukan keraton. Sejak saat itulah pembangunan kota dilakukan secara terus-menerus termasuk sarana prasarana pendukung kegiatan warga pribumi misalnya pasar Beringinharjo yang sejak saat Keraton berdiri menjadi tempat transaksi perdagangan. Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Yogyakarta pun tak luput dari target pembangunan. Hingga keduanya selesai didirikan pada tahun 1872 dan 1887. Modernisasi kota terjadi pada pertengahan abad ke-19, yang membuat Yogyakarta menjadi kota yang termasuk cukup maju di awal abad ke-20.

Kota yang dikenal sebagai kota pelajar ini memiliki seratus tiga puluh tujuh perguruan tinggi dengan 20% penduduk produktif yang merupakan pelajar. Beberapa perguruan tinggi ternama di Yogyakarta diantaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dan Univeristas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Perihal kenapa Yogyakarta masih menjadi tempat wisata yang dilirik oleh wisatawan domestik dan mancanegara tentu tidak terlepas dari lokasi yang sangat strategis, begitu juga tradisinya yang tidak lepas dari tradisi menarik masyarakat jawa tengahYogyakarta terletak pada jalur utama jalan lintas selatan yang menghubungkan Yogyakarta, Bandung, Surakarta, Surabaya, dan kota-kota di selatan Jawa. Serta merupakan jalur Yogyakarta Semarang yang menghubungkan Yogyakarta, Magelang, Semarang, dan kota-kota di lintang tengah Pulau Jawa. 

Tentu bukan perkara lokasi yang strategis saja ya sob, Yogyakarta juga banyak menyuguhkan keunikan tersendiri yang menjadi daya tarik wisatawan, misalnya khazanah budaya Keraton yang masih kental, bakpia pathok Yogya dan gudeg yang tidak ditemukan didaerah lain, wisata malam Malioboro, angkringan malam Yogya dengan deretan musisi jalanan yang dapat menghibur kita sepanjang perjalanan mengelilingi kota ini. Ditambah lagi peninggalan budaya berupa arsitektur candi yang dapat kita kunjungi. Semakin lengkap rasanya keinginan wisatawan untuk mendatangi kota pelajar ini. Yogyakarta pun menjadi saksi bisu perjuangan pahlawan kita saat terjadi Agresi Militer Belanda II. Hingga tepat oada tanggal 4 Januari 1946 Ibukota Republik Indonesia yang awalnya adalah Jakarta sempat dipindahkan ke Yogyakarta setelah Belanda dan sekutuya melancarkan serangan ke Indonesia.

Yogyakarta juga merupakan kota yang tidak mengenal istilah angkutan kota seperti angkot dan armada minibus. Sehingga pelayanan angkutan masyarakat disediakan melalui bus kota. Trans Yogya pun menjadi system transportasi yang mulai beroperasi pada 2008 lalu, angkutan ini bertugas melayani masyarakat dalam menyediakan transportasi missal yang aman, cepat dan nyaman.
Selain itu Yogyakarta juga dikenal dengan tradisi sekaten yaitu rangkaian kegiatan tahunan untuk memperingati Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Acara ini rutin digelar oleh Keraton Surakarta dan Yogyakarta. kata “Sekaten” diadaptasi dari istilah bahasa Arab, syahadatain yang memiliki arti “Persaksian”. Tujuan perayaan ini adalah untuk berdoa kepada Allah SWT diberikan ketentraman dan kelancaran. Di hari pertama perayaan ini diawali dengan upacara iring-iringan abdi dalem bersama dengan dua set gamelan Jawa Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu. Gamelan pun secara terus menerus selama satu minggu terus dimainkan kecuali ketika memasuki waktu sholat. Pembacaan kisah Nabi Muhammad SAW juga tak luput diperdengarkan dan perayaan ini berakhir dengan dikembalikannya gamelan ke dalam keraton.

Nah itu tadi gambaran menarik tentang Kota pelajar yang menjadikan Yogyakarta, Kota Istimewa di mata para wisatawan asing maupun dalam negeri. Negara kita memang kaya akan keunikan dan kearifan lokalnya ya, ingin tahu lebih banyak lagi apa yang membuat Kota Yogyakarta sangat menarik yuk simak ulasan lainnya di GWSLUR.ID
Semoga bermanfaat!

No comments