Breaking News

Review Film Keluarga Cemara 2018

Harta yang paling berharga adalah keluarga..
Istana yang paling indah adalah keluarga..
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga..
Mutiara tiada tara adalah keluarga..

Sobat gaul pasti familiar bukan dengan petikan syair indah diatas. Yupss penonton setia sinetron Indonesia pasti rindu dengan drama legendaris yang hits pada era 90-an ini. Terlebih di era ini mayoritas hiburan memang didapatkan dari menonton TV, sehingga sebagian besar masyarakat Indonesia pada era ini pasti mengenal apa itu drama seri "Keluarga Cemara".

Keluarga Cemara, merupakan sebuah drama keluarga yang ditayangkan pada tahun 1996 hingga tahun 2004 di stasiun televisi. Drama keluarga yang fenomenal ini berfokus kuat pada karakter Abah, Emak, Euis, Ara, dan Agil yang hidup sederhana dengan kekuatan cinta satu sama lain sehingga dapat membalut kesederhanaan menjadi kemewahan yang tiada tara, sehingga banyak yang menyukai drama keluarga keluarga cemara kala itu sebab banyak mengajarkan kita tentang bagaimana cara hidup di tengah keserhanaan. Bukan hanya sekadar tontonan namun juga tuntunan yang banyak memberikan pesan dan inspirasi yang sangat bermanfaat. Wah, sekilas baca reviewnya sangat menarik ya, sobat gaul pasti rindu bukan dengan seri drama legendaris ini?



Film Keluarga Cemara, Mengajarkan Nilai Keluarga

Nah kabar gembiranya, Drama keluarga Keluarga Cemara ini bakal merambah menjadi sebuah film bertajuk “Keluarga Cemara” yang akan ditayangkan di bioskop Indonesia pada tanggal 3 Januari 2019 mendatang. Namun pencapaian yang luar biasa adalah sebelum film ini ditayangkan di bioskop Indonesia, terlebih dahulu film garapah rumah produksi Visinema Pictures ini telah ditayangkan dalam Festifal Film tahunan Jogja-Netpac Asian Film Festifal (JAFF) guna mengikuti kompetisi dalam kategori Indonesian Screen Awards (ISA). Ifa Ifansyah sebagai director JAFF mengatakan bahwa film bertema keluarga menjadi fondasi dan ciri khas tema sinema Asia. Keluarga Cemara mewakili nilai keindonesiaan seperti keeratan hubungan keluarga dan keharmonisan.

Film ini disutradarai oleh Yandy Laurens dan Gina S.Noer sebagai penulis naskah sekaligus produser dalam film ini. Film “Keluarga Cemara” sekaligus mengapresiasi konsistensi kreator Arswendo Atmowiloto sebagai penulis cerita. Tentu banyak pelajaran yang mengisnpirasi dapat diambil dari film ini Keluarga Cemara. Kisah dalam cerita tersebut relevan dengan kondisi sosial yang berkembang di tengah masyarakat yang mana saat ini kita dapat dengan mudah berkomuniakasi dengan siapaun dengan bantuan teknologi namun seringkali melupakan nilai keluarga. Sedangkan fil Keluarga Cemara ini akan memberikan suguhan terkait nilai-nilai kehidupan keluarga yang didapatkan dari pengalaman sehari-hari. Recomended nih untuk ditonton bersama keluarga tercinta! Lalu siapa saja ya, pemeran film Keluarga Cemara ini? atau mau tahu review film Bernafas Dalam Kubur bagi para penggila film horror.

Fokus film ini ada pada tokoh Abah, Emak, Euis, dan Ara. Tokoh abah diperankan oleh Ringgo Agus Rahman sebagai sosok kepala rumah tangga. Karakter Emak diperankan oleh Nirina Zubir yang sangat pengertian dan sabar menjadi sumber kesegaran layaknya oase ditengah padang pasir. Selanjutnya, Euis yang diperankan oleh Adisty Zara personel JKT 48, sebagai anak tertua yang menyukai dance.  Dan Ara (Cemara) diperankan oleh Widuri Putri Sasono sebagai si bungsu yang ceria dan semangat. Kehadiran karakter utama dalam film juga didukung oleh pemain lain seperti Maudy Koesnaidi sebagai Tante Pressier, Kafin Sulthan sebagai Deni, Yasmin Jasem sebagai Rindu, dan tidak lupa pula kehadiran Asri Welas sebagai Ceu Salmah sebagai pelengkap unsur komedi dalam film. 



Sinopsis Film :

Teaser film dimulai dengan sebuah keluarga yang tinggal di perkotaan dengan harta yang berkucukupan. Hingga suatu ketika rumah dan harta keluarga tersebut disita oleh debt collector. Sosok Abah, sangat ingin bertahan setelah rumah dan hartanya disita oleh debt collector untuk membayar hutang perusahaan yang diakibatkan oleh kakak iparnya. Abah pun dengan tegar mengajak anggota keluarganya dengan pindah sementara ke sebuah rumah di desa terpencil, tepatnya di Jawa Barat. Rumah tersebut adalah rumah masa kecilnya, sebuah warisan dari ayahnya. Namun ternyata Abah menghadapi kesulitan karena kasusnya kalah di pengadilan dan keluarganya terancam selamanya hidup dalam kemiskinan di desa itu. Abah pun kini harus beradaptasi secara ekonomi bersama keluarga kecilnya.

Hidup di desa terpencil dan jauh dari keramaian tentu bukan hal yang mudah, terutama bagi Euis, putri sulung yang mulai beranjak remaja. Keadaan tersebut membuatnya jauh dari teman dancer-nya. Berbeda dengan Abah, Emak, dan Ara yang lebih tabah menerima keadaan. Akankah guncangan besar yang terjadi dalam setting keluarga cemara ini membuat para anggota keluarga lebih paham akan nilai keluarga? yang jelas film Keluarga Cemara cocok sekali untuk semua umur, apalagi film ini juga dapat mengajarkan anak-anak agar senantiasa bersyukur, optimis dalam menggapai cita-cita, dan sabar ketika menghadapi cobaan. Semua orang memang mendambakan kebahagiaan, namun hidup ini tidak tahu akan membawa kita ke titik mana. Film ini mengajak kita merenungkan lagi bagaiamana caranya menjalani hidup. Makin penasaran dengan alur cerita film "Keluarga Cemara", yukk save the date buat menonton film ini di bioskop kesayangan kita

Sekian nih Review Film Keluarga Cemara dari kisah serial televisi versi Gwslur yang akan ditayangkan di bioskop Indonesia beberapa hari lagi. 

Selamat menikmati...

No comments