Breaking News

Tari Tjokronegoro Merupakan Tarian Khas Sidoarjo

Hey dulur darjo, Kabupaten Sidoarjo punya banyak potensi yang terpendam lho, termasuk dalam hal budaya daerahnya. Contohnya Tari Tjokronegoro / Cokronegoro dan makanan kupang lontong yang berasal dari Kabupaten Sidoarjo. Wah terpendam gimana sih ini? Faktanya memang belum banyak yang tau tentang potensi dan budaya yang dimiliki oleh kabupaten tercinta kita ini. Kurangnya sosialisasi menjadi salah satu penyebab budaya daerah Sidoarjo ini kurang terekspos dan diketahui banyak orang termasuk oleh masyarakat Sidoarjo sendiri. Setuju ora lur?

Tari Tjokronegoro Merupakan Tarian Khas Sidoarjo

Tari Tjokronegoro Salah Satu Tarian Khas Sidoarjo

Budaya apa sih yang kurang diketahui masyarakat, salah satunya tarian daerah. Ono sing eruh pora lur, tarian khas Sidoarjo yaitu “Tari Tjokronegoro”? Tari Tjokronegoro diciptakan pada tahun 1975, tepatnya pada hari jadi Kabupaten Sidoarjo yaitu tanggal 31 Januari. Tari Cokronegoroini tercipta atas permintaan Bupati Sidoarjo yang ke-13 bernama Soewandi yang berkeinginan mewujudkan suatu bentuk tarian yang menggambarkan watak atau karakter dari Bupati Sidoarjo terdahulu yakni Tjokronegoro. Dengan harapan Kabupaten Sidoarjo memiliki tarian khas yang merupakan simbol kepemimpinan serta kepahlawanan dari tokoh Tjokronegoro tersebut.

Menurut cerita historisnya, Soewandi kemudian memanggil Munali Fatah untuk diminta mewujudkan keinginan beliau dalam menciptakan sebuah karya tari. Dulur-dulur pada tahu belum siapa Munali Fatah ini?FYI nih lur, Munali Fatah adalah seniman yang namanya lekat dan tidak bisa terlepas dari sejarah ludruk di Jawa Timur. Munali Fatah bahkan telah menciptakan salah satu gaya dalam tari Remo, bagian dari ludruk, sehingga hingga kini dikenal dengan Remo Gaya Munali Fatah dan luar biasanya seniman satu ini asli dari Sidoarjo, warbiasakan! Balik lagi nih ke pembahasan kita, tarian Tjokronegoro termasuk dalam tarian heroik, yang mana tarian ini menggambarkan sosok seorang bupati Sidoarjo pertama yang bernama Tjokronegoro dengan karakter tarian yang gagah, berwibawa, dan tegas.

Nah dalam perjalanannya sebuah kesenian pasti memiliki simbol atau makna yang terkandung di dalam kesenian tersebut termasuk kesenian tari Tjokronegoro yang berasal dari Kabupaten Sidoarjo ini. Sebab setiap menciptakan sebuah tarian koreografer mempunyai maksud tertentu, begitu pula dalam setiap gerakan tarian yang diciptakan tentu memiliki filosofis tersendiri dalam setiap bagiannya. Hal tersebut kemudian memberi makna bahwa sebuah karya seni merupakan ungkapan atau ekspresi sang pencipta tari dalam menyampaikan maksud tertentu kepada masyarakat yang menyaksikan pertunjukan tari.

Mengutip dari sebuah penelitian ilmiah mahasiswa seni, dalam proses penciptaan tari Tjokronegoro ini, Munali Fatah melakukan meditasi terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena tari cokronegoro lebih menggambarkan sosok karakter atau watak tokoh Bupati Sidoarjo yaitu Tjokronegoro. Selain itu, Munali Fatah tidak tahu sama sekali bagaimana sebenarnya sosok dari tokoh Tjokronegoro. Beliau telah melalui empat tahapan meditasi sebelum akhirnya memperoleh ilham melalui hubungan kebatinan dengan tokoh tersebut. Adapun Jangka waktu yang digunakan pada proses meditasi yang dilakukan oleh Munali Fatah tersebut dimulai sejak pukul 00.00 WIB hingga 03.00 WIB. Waktu yang terbilang singkat ya lur, untuk kemudian memberikan sebuah karya seni yang luar biasa.

Setelah Munali Fatah menyusun dan merangkai gerak-gerak yang telah diperoleh melalui meditasi yang telah dilakukan, terciptalah suatu bentuk tarian yang menggambarkan watak dari Bupati Tjokronegoro. Penggambaran tersebut, oleh dipertegas dengan gerakan-gerakan dinamis dan bahkan banyak mengandung unsur silat atau bela diri yang menandakan bahwa pemimpin itu dalam bertindak dan mengambil keputusan harus memiliki sikap tegas. Woww, dalam banget kan makna filosofisnya! Sedangkan penggunaan properti seperti tombak lebih meyakinkan lagi, bahwa tarian tersebut adalah penggambaran seorang pemimpin yang tegas, berwibawa, dan bertanggung jawab. Nah dari penggambaran tersebut, tarian ini akhirnya diberi nama Tari Cokronegoro.

Simbol Tarian Cokronegoro

Seperti yang uda dijelasin tadi tentang penggambaran tari, simbol yang terkandung dalam tari Cokronegoro sendiri adalah simbol yang menggambarkan sikap ketegasan, berwibawa, serta fleksibel yang digambarkan dalam ragam bagian pendahuluan yakni ragam tindak cokro ulat-ulat tanjakmulat kiwo tengen ngarep dan ragam ulat-ulat jangkah 4 gawang. Untuk simbol yang menggambarkan sikap adil dan bijaksana terdapat pada ragam bagian isi yakni ragam tanting siku kiwo tengen. Sedangkan simbol yang menggambarkan sikap menghormati atau penghormatan terdapat pada ragam bagian penutup yakni ragam jejeg hormat.

Kalo ada seni tari tanpa iringan musik, pasti rasanya hambar ya lur, Tari Tjookronegoro ini   menggunakan iringan gamelan Jawa dengan gendhing Alas Kobong dan gendhing Tjokronegoro. Sedang bentuk tata rias pada Tari Tjokronegoro adalah satria yang gagah dan berwibawa, mengingat tarian ini menggambarkan watak dari seorang tokoh Bupati Sidoarjo pertama yang disegani sehingga menggunakan tata rias karakter satria cakra yang gagah berwibawa.

Penggunaan motif tata busana pada Tari Tjokronegoro cukup sederhana, dengan memakai baju dan celana hitam dengan strip kuning. Dilengkapi dengan sembong berupa kain panjang motif Sidoarjo yang disebut rawan. Pada bagian kepala menggunakan ikat kepala motif Sidoarjo disebut modang yang bagian tengahnya berwarna putih batik pinggir. Jika diperhatikan busana yang digunakan pada Tari Tjokronegoro ini ada kemiripan dengan busana pencak silat. Mengingat tarian ini menggambarkan watak dari seorang tokoh Bupati Sidoarjo ke-I yang disegani, gagah dan berwibawa. Perlengkapan yang digunakan pada tarian ini adalah clangkreng atau nenggala berbentuk tombak yang panjang berwarna merah yang ujungnya berbentuk ukiran yang mirip dengan angka dua.

Nah maka dari itu lur, sebagai salah satu warisan budaya khususnya di Kabupaten Sidoarjo sudah sepatutnya masyarakat ikut ambil bagian dalam proses pelestarian hasil cipta karya seni tari ini. Menjadikan salah satu maskot atau icon seni tari khususnya di Kabupaten Sidoarjo. Banyak cara yang dapat dilakukan pihak pemerintah dalam melestarikan hasil karya asli masyarakat Sidoarjo ini.

Dengan didukung oleh masyarakat yang guyub rukun menjadikan karya tari ini menjadi aset seni dan budaya dari kabupaten Sidoarjo. Memasukkan karya tari ini dalam kurikulum mata pelajaran seni budaya pada sekolah-sekolah di Sidoarjo supaya generasi muda Sidoarjo menegnal tarian tradisional mereka sejak usia dini. Selanjunya dapat dilakukan pula dengan membuat workshop tentang tarian Tjokronegoro ini serta memberikan pemahaman betapa karya tari ini memiliki nilai filosofis tinggi yang dapat dijadikan panutan untuk masyarakat Sidoarjo khususnya.

Cukup sekian ulasan dari bloGaul mengenai Tari Tjokronegoro yang berasal dari Sidoarjo ini. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share ke teman-teman lainnya :)

No comments