Breaking News

Reog Cemandi, Budaya Asli Sidoarjo sing Wajib Dijogo Eksistensine!


Reog Cemandi, Budaya Asli Sidoarjo sing Wajib Dijogo Eksistensine
Kesenian adalah bagian dari budaya dan merupakan sarana yang digunakan untuk mengekspresikan rasa keindahan dari dalam jiwa manusia. Contohnya kesenian Reog Cemandi Sidoarjo. Lalu dulur darjo, menurut kalian piye seh perkembangan kesenian Kabupaten Sidoarjo tercinta iki??Kesenian tradisional Kabupaten Sidoarjo hampir mirip karo kesenian nang wilayah Surabaya lan sekitare. Kesenian tradisional biasane diturunke teko generasi siji nang generasi selanjute tanpa ana perubahan sing berarti. Sifat statis iki sing nyebapake kesenian tradisional kurang berkembang, ueman banget toh? Nah, kesenian tradisional sing berkembang nang wilayah Kabupaten Sidoarjo iki dipengaruhi unsur “Budaya Arek”, yaiku budaya sing nduwe karakter terbuka, mudah diterima dan terkesan bondo nekat. Contohe ludruk, tayub, jaranan, wayang kulit Jawa Timuran.

Tapi lur, ono kesenian asli Sidoarjo sing eksistensine kudu dikenalno, dikembangno, lan dipertahano maneh nang kancah nasional bahkan kancah internasional ben iso dadi budaya khas kutho iki. Kayata Ponorogo sing duwe reog, Dulur Darjo kabeh iki yo kudu wajib bangga duwe Reog Cemandi asli darjo. Kesenian iki mulai muncul ing tahun 1926. Sing disayangake masyarakat umum isih durung akeh sing eruh keberadaan kesenian iki, bahkan masyarakat sing domisili nang Sidoarjo pun ngaku durung pernah ngerti lan nyaksikne pertunjukan kesenian Reog Cemandi Sidoarjo iki.

Berbeda dari Reog Ponorogo, Reog Cemandi ini tidak memiliki dhadak merak. Dan yang bikin khas, Reog Cemandi hanya terdapat di Desa Cemandi, Kecamatan Sedati yang merupakan kelompok musik perkusi berupa jimbe. Sedangkan jumlah pemain Reog Cemandi ini sebanyak delapan orang laki-laki, dua diantaranya memakai topeng laki-laki da perempuan. Pemain bertopeng ini membawa property celurit yang dibawakan sambil menari.

Reog Cemandi Sidoarjo

Histori Singkat Reog Cemandi Sidoarjo

FYI nih lur berikut histori singkat Reog Cemandi Sidoarjo, mengkisahkan tentang satu pasang muda-mudi yang saat itu sedang berperang melawan penjajahan Belanda. Woww menegangkan ya!Tarian adat reog Cemandi ini bermula dari kisah dua remaja muda-mudi yang berasal dari salah satu pondok pesantren yang ada di Desa Cemandi yang diutus oleh Kyainya berperang melawan penjajah Belanda dengan hanya bersenjatakan kayu rotan. Namun karena sudah dibekali ilmu dari kyainya, kedua remaja tersebut berhasil mengusir Belanda dari tanah Desa Cemandi. Nah, akibat keberhasilan kedua remaja dalam berperang melawan Belanda tersebut, akhirnya warga setempat mempercayai kalau perlambangan kedua topeng laki-laki dan perempuan tersebut, dapat mengusir malapetaka (bala’) dan mara bahaya yang akan mengintai warga desa Cemandi.

Dulu, Reog Cemandi adalah pertunjukan yang dipakai masyarakat desa Cemandi, kecamatan Sedati untuk mengusir penjajah Belanda. Waktu itu, salah satu kyai dari Pondok Sidoresmo Surabaya, menyuruh masyarakat setempat untuk membuat topeng dari kayu pohon randu. Topeng itu dibentuk menyerupai wajah buto cakil dengan dua taring. Setelah itu, masyarakat setempat melakukan tari-tarian untuk mengusir penjajah yang akan memasuki desa Cemandi.

Nah Reog Cemandi ini, sekarang mempunyai fungsi sebagai sarana ritual, tapi terkadang difungsikan sebagai arak-arakan karnaval atau hajatan pengantin, namun tidak menghilangkan nilai ritual tersebut. Karena pada saat karnaval ataupun arak-arakan pengantin, Reog Cemandi ini dipercaya masyarakat Cemandi sebagai penolak bala (bahaya). Di Desa Cemandi tersebut Reog Cemandi sudah menjadi tradisi untuk pengiring pengantin, baik pengantin yang masuk Desa Cemandi atau keluar Desa Cemandi.

Selain untuk arak-arakan Reog Cemandi juga digunakan sebagai media ritual pada hajatan bersih desa yang dilakukan 1 tahun sekali pada bulan ruwah, atau bulan menjelang puasa Ramadhan. Adapun beberapa urutan yang disajikan dalam permainan Reog Cemandi, pada saat digunakan sebagai hajatan bersih desa ataupun arak-arakan, Reog Cemandi  mempunyai gaya yang berbeda. Untuk sebuah arak-arakan pengantin di Desa Cemandi,  Reog Cemandi selalu ditempatkan dibarisan paling depan dengan maksud sebagai penolak bala (bahaya). Dengan formasi berbaris seperti halnya pasukan perang yang akan melawan musuh, dengan 2 orang memakai banongan pada barisan depan, disusul 6 orang penabuh kendang dibelakangnyaditambah 2 orang lagi yang membunyikan angklung bambu, dan berjalan kaki dari pintu masuk desa menuju rumah pengantin, ditengah perjalanan para pemain Reog (penabuh Kendang) memperlihatkan sedikit atraksi yang disebut silang silat, namun atraksi ini tidak selalu dilakukan karena melihat kondisi dan situasi yang memungkinkan.

Berbeda dengan arak-arakan pengantin, pada saat diikutkan dalam kegiatan karnaval dalam rangka hari jadi kota misalnya, Reog Cemandi Sidoarjo ditempatkan sesuai dengan kehendak panitia penyelenggara, dalam artian tidak harus pada barisan pertama, sama dengan pada saat arak-arakan pengantin, ditengah perjalanan para pemain reog ini melakukan atraksi silang silat juga. Sedangakan dalam rangkaian pertunjukan hajatan desa ataupun acara-acara yang terdapat sebuah panggung didalamnya, pertunjukan Reog Cemandi dalam gerakannya terlihat lebih kompleks atau lebih banyak dibandingkan pada saat arak-arakan dan karnaval. Dengan urutan gerakan sebagai berikut : 1) Hormat tamu, 2) Berbaris, 3) Hormat dalam, 4) hormat lingkaran, 5) Silat secara vertikal, 6) silat secara horizontal, 7) barisan semula, 8) Hormat terakhir. Untuk kegiatan bersih desa Reog Cemandi ini tidak melakukan arak-arakan keliling Desa, melainkan hanya ditampilkan di Balai Desa setempat.

Menarik kan, khazanah seni budaya Desa Cemandi Sidoarjo ini. Bisa jadi keunikan tersendiri nih buat Desa Cemandi karena memiliki kearifan lokal yang kental dengan budaya tersebut. Bisa berpeluang nih, jadi desa wisata Sidoarjo. Jika dapat mengemas khasanah budaya setempat dengan baik. Apalagi nih, daerah Cemandi kan banyak potensi perairan lautnya. So perfect, buat membangun perekonomian desa Sidoarjo agar lebih berkembang lagi. Sebagai masyarakat Darjo yang cinta kearifan lokal daerah gak ada salahnya nih, buat kita sesekali berkunjung ke Desa Cemandi untuk menikmati khazanah seni reog cemandi, gak perlu jauh-jauh ke Ponorogo nih lur, hehe.

Cukup sekian ulasan Reog Cemandi Sidoarjo dari bloGaul.com, semoga bermanfaat dan jangan lupa share juga ke yang lainnya ^_^

No comments