Breaking News

Hari Demokrasi Internasional




Hari Demokrasi Internasional adalah hari yang diperingati setiap tahun pada tanggal 15 September sejak tahun 1988. Peresmian iki, langsung diresmikno organisasi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lho lurrr. Nah tujuan dari peringatan ini yaitu untuk meninjau keadaan demokrasi di dunia. Manteb tenan, tapi sakdurunge mbahas luwih jeru, dulur darjo podo eruh gak se opo kuwi demokrasi?


Demokrasi iku asale teko bahasa Yunani demokratia sing artine kekuasan rakyat, terdiri dari dua suku kata Demos sing artine rakyat lan kratos sing artine kekuasaan. Nek menurut pendapate para ahli sing sering familiar dirungokake, demokrasi adalah sistem pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (Abraham Lincoln). Wes paham toh, hehe.

Hari Demokrasi Internasional bukanlah sebuah pesta perayaan belaka, namun lebih pada bagaimana demokrasi tersebut diterapkan oleh negara penganutnya. Maka dari itu wajar bila setiap tanggal 15 September tidak begitu mencolok sebagai sebuah hari perayaan, bahkan mungkin banyak masyarakat yang tidak mengetahui peringatan Hari Demokrasi Internasional ini.

Namun bagi negara Indonesia, Hari Demokrasi Internasional ini tentu menjadi momen penting yang wajib diingat. Sebab, dulur-dulur pada tau kan bahwa negara kita menganut Demokrasi Pancasila. Indonesia patut berbangga dan bersyukur pada peringatan ini. Indonesia memiliki sejarah demokrasi yang cukup panjang dan saat ini terus meningkatkan dan memelihara nilai-nilai serta praktek demokrasi yang sudah dijalankan.

Perkembangan Demokrasi Indonesia


Berkaca dari perjalanan panjang demokrasi Indonesia. Pemuda merupakan elemen dalam masyarakat yang memiliki peran membawa Indonesia sampai ke tataran demokrasi yang sudah dirasakan selama kurang lebih 20 tahun. Pemuda merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki bangsa Indonesia untuk terus berjalan lurus pada ideologi demokrasi. Pemuda jugalah yang terus memberi masukan dan juga tak jarang memberikan peringatan terhadap Pemerintah apabila demokrasi berada di dalam ancaman.
Peringatan Hari Demokrasi Internasional ini sudah sepatutnya menjadi sarana rakyat dan Pemerintah Indonesia untuk merefeksikan diri dalam membenahi penerapan demokrasi yang telah dijalankan selama ini. Seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda harus terus memperdalam pemahaman mengenai prinsip-prinsip demokrasi di tengah tatanan dunia yang bergerak sangat dinamis ini.
Dilansir dari erita Neraca Ekonomi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani, di hari demokrasi internasional  memberikan pesan bahwa, di tengah perubahan zaman kita harus terus memegang komitmen bahwa dalam tatanan demokrasi ini pemerintah harus mendapatkan mandat dari sebagian besar rakyat. Namun, sebesar apapun mandat dari rakyat, kewenangan pemerintahan negara tetap dibatasi oleh hukum dan konstitusi”.

Perkembangan demokrasi melihat era demokrasi yang sudah berjalan secara digital yang ditandai dengan aktifnya pemuda dalam menggunakan media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, dan lainnya untuk memberi masukan ataupun komentar terhadap hal atau apapun yang sedang terjadi. Dulur darjo pun bisa menyikapinya dengan menggunakan media sosial yang sedang melesat tersebut secara produktif, inspiratif, dan bermanfaat. Hindari fitnah, hoax, pesan yang mengandung kekerasan atau pelecehan, juga pornografi.



Hari Demokrasi Internasional ini dapat pula dijadikan momentum oleh para pemuda untuk semakin memperkuat nilai-nilai Revolusi Mental seperti kejujuran, tanggung jawab, gotong royong dan etos kerja. Internalisasi nilai-nilai Revolusi Mental tersebut dapat menumbuhkan mental positif terhadap proses demokrasi yang dinamis di Tanah Air. Dulur-dulur juga dapat terus meningkatkan semangat gotong royong antar sesama karena akan menjadi peredam di tengah berbagai perbedaan. Semangat Gotong Royong merupakan fondasi untuk membangun harmoni dan meredakan sikap intoleransi.

No comments