Breaking News

Gion Distrik Tertua Di Kyoto Tempatnya Para Geisha


Kalau mendengar kata Geisha, pasti akan langsung teringat dengan film ‘Memoirs of Geisha.’ Sebuah film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama karya penulis Amerika, Arthur Golden.

Geisha adalah panggilan untuk seniman wanita professional Jepang dengan berbagai keterampilan seni pertunjukan. Kalau melihat di film, memang orang awam berpikir kalau Geisha adalah wanita “penghibur.” Padahal, Geisha yang sebenarnya adalah wanita yang menjual kemampuan atau skill didalam kesenian.



Untuk menjadi seorang Geisha, tidaklah mudah. Para wanita harus mengikuti berbagai pelatihan di sebuah rumah Geisha, atau dalam bahasa Jepang disebut Okiya. Di dalam Okiya, para wanita ini akan dilatih bernyanyi, menari dan memainkan alat musik tradisional Jepang. Dalam perjalanannya, para Geisha juga memerlukan waktu yang lama agar mendapat kesempatan untuk tampil di depan umum.
Di kota asalnya Kyoto, Geisha memiliki sebutan berbeda, yaitu Geiko yang memiliki arti ‘a child of arts.’  Geiko sendiri adalah sebutan untuk Geisha yang sudah lebih senio, sementara untuk geisha yang masih menjalani pendidikan disebut Meiko. Untuk membedakan Meiko dan Geiko, biasanya terlihat dari bagian belakang kimono yang digunakannya. Bagian belakang kimono Geiko biasanya akan terurai dan hampir menyentuh tanah, sementara milik Meiko akan dilipat kedalam dan berbentuk kotak.
Bertemu Geisha di Gion
Di era modern, mungkin masih banyak pertanyaan apakah Geisha masih ada? Jawabannya adalah masih. Di Jepang sendiri, ada beberapa distrik yang ditinggali oleh para Geisha atau kampung Geisha, yang dalam bahasa Jepang disebut, hanamachi atau kagai. Namun daerah yang paling terkenal dengan Geishanya adalah Gion di Kyoto, Jepang.
Gion adalah sebuah distrik yang dibangun pada masa pertengahan yang berada di depan kuil Yasaka. Distrik ini dibangun untuk mempermudah para pelancong untuk datang ke kuil tersebut. Distrik ini merupakan salah satu distrik tertua di Kyoto yang terkenal dengan istilah “hanamachi” atau “kota bunga”, sebuah istilah yang digunakan oleh orang Kyoto pada tempat praktik seni tingkat tinggi para geisha.Distrik ini memang lebih dikenal dengan sebutan distrik geisha.
Salah satu ciri khas sebuah distrik tempat Geisha adalah dominasi bangunan kuno dengan lampu kertas bertuliskan huruf kanji di depannya. Ya, itu adalah sebuah kedai teh atau dalam bahasa Jepang disebut Ochaya. Ochaya adalah kedai teh kelas atas yang biasa menyediakan Geisha untuk menghibur para tamu yang datang untuk minum teh.
Dalam Ochaya biasanya para tamu akan dihibur dengan dua orang Geisha yang menari, menyanyi, bermain musik khas Jepang atau bahkan melakukan ketiganya. Untuk mendapatkan hiburan eksklusif seperti ini, biasanya para wisatawan atau tamu harus merogoh kocek sangat dalam. Selain didalam Ochaya, biasanya para Geisha atau di Kyoto disebut dengan Geiko sering mengadakan pertunjukan di Gion Corner untuk para wisatawan ini pun harus merogoh kocek para pelancong.
Jangan Sembarangan Foto Dengan Geisha!
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kalau distrik ini adalah distriknya geisha. Artinya disinilah para pelancong dapat bertemu dengan wanita cantik berbakat asal Jepang. Jika beruntung para pelancong dapat berpapasan dengan mereka di jalanan Gion yang ramai dengan pelancong.
Namun biasanya para geisha yang lewat di hanamachi akan dikawal oleh para polisi setempat. Yups! Benar sekali, layaknya seorang pekerja seni geisha juga tidak bisa dengan mudah diajak foto bersama. Karena ketika masuk kedalam hanami-koji akan terlihat berbagai papan larangan untuk para turis, seperti tidak boleh berfoto atau menyentuh geisha disana. Karena itulah mereka harus dikawal oleh polisi untuk menghindari tangan-tangan jahil orang yang tidak bertanggung jawab.
Untuk mencapai distrik Gion dapat dijangkau dengan menggunakan bus kota bernomor 100 atau 206 dengan jarak sekitar lima halte dari stasiun Kyoto.  

Tidak ada komentar